Misteri Tari Bedhaya KETAWANG

Posted by Unknown

25BEDHAYA1Tari Bedhaya Ketawang merupakan tarian tradisonal dari Jawa Tengah dan D. I Yogyakarta. Tarian ini merupakan tarian yang disakralkan di kraton Jawa ( Surakarta dan Yogyakarta ). Tarian ini hanya dipentaskan pada saat acara penting tertentu, seperti penobatan seorang raja. Tarian ini di mainkan oleh 7 atau 9 orang penari. Karena kesakralannya sekarang tari bedhaya ketawang di tarikan oleh 9 orang penari. Tari behaya ketawang sering disebut mempunyai misteri. Nah apa saja misteri tari bedhaya ketawang ?

Tari Bedhaya Ketawang-11-Saung SeniMenurut tradisi, konon tari Bedhaya Ketawang, tarian sakral keraton yang hanya dipergelarkan pada saat tertentu saja, diciptakan langsung oleh Kanjeng Ratu Kidul. Tarian ini melambangkan curahan cinta asmara Kanjeng Ratu Kidul kepada raja-raja Jawa. Ini semua terlukis dalam gerak gerik tangan, langkah kaki, dan seluruh bagian tubuh para penari. Namun, semuanya ini tergambar begitu halusnya,hingga kadang sulit bagi kita yang awam untuk memahaminya


Bedhaya Ketawang menggambarkan lambang cinta birahi Kanjeng Ratu Kidul pada Sinuhun Panembahan Senopati.

Segala gerakannya melukiskan bujuk rayu dan cumbu birahi, tetapi selalu dielakkan oleh sang Panembahan. Maka Kanjeng Ratu Kidul lalu memohon agar Sinuhun tidak pulang dan menetap di samudera dasar lautan. Sinuhun tidak mau menuruti kehendak Sang Ratu, karena masih ingin mencapai "sangkan paran", namun beliau masih mau memperistri Kanjeng Ratu Kidul, turun temurun. Sehingga siapa saja raja yang bertahta atas Jawa otomatis akan beristri Kanjeng Ratu Kidul. Sebaliknya bahkan Kanjeng Ratu Kidul yang diminta datang ke daratan untuk mengajarkan tarian Bedhaya Ketawang pada penari-penari kesayangan SinuhunTari Bedhaya Ketawang-22-Saung Seni


Bedhaya Ketawang adalah tarian ritual agung yang diciptakan oleh ratunya seluruh makhluk halus pulau Jawa. Konon, pada setiap kali Bedhaya Ketawang ditarikan, sang pencipta selalu hadir, ikut menari. Tidak setiap orang dapat melihatnya, hanya bagi mereka yang peka saja Sang Ratu menampakkan diri.

Tak heran jika kemudian muncul aturan ketat bagi seluruh orang yang terlibat dalam pergelaran ini baik pada masa-masa latihan maupun pada waktu pergelaran. Salah satunya, pada setiap latihan yang diadakan pada hari-hari Anggara Kasih (Selasa Kliwon) setiap penari dan semua pemain gamelan beserta suarawatinya harus selalu dalam keadaan suci (tidak sedang haid).

Aturan ini diberlakukan ketat lantaran mereka akan bersentuhan langsung dengan sang pencipta tarian. Bahkan, menurut orang yang percaya, Kanjeng Ratu Kidul sendiri yang datang akan turun membetulkan apabila ada gerakan tari yang salah.

0 komentar:

Posting Komentar